RIAZUL IQBAL – Film china ini sama settingnya seperti film cina lainnya Red Cliff, Shaolin, Hero, 3 Kingdom dan lain-lain, mengambil masa saat China masih terpecah menjadi beberapa kerajaan, film, ini saya beri 2 jempol, sangat bagus dengan ending yang tidak terduga.
Film ini mengisahkan tentang seorang ahli perang bernama Sun Bin atau yang lebih dikenal pada masa sekarang dengan nama Sun Zhu seorang ahli strategi perang, dia di perebutkan oleh dua kerajaan besar yang membutuhkan keahliannya untuk saling mengalahkan, Sun Bin menyukai putri dari kerajaan musuh, sedangkan kerajaan satu lagi di pimpin oleh saudaranya.
Saat sedang menikmati masa-masa indah melindungi putri, saudaranya dating mengunjugi dan membujuk Sun Bin untuk bekerjasama, dengan dalih saudaranya ingin menyerang Negara lain, tapi Sun Bin di tipu, di siksa dan di paksa untuk menulis semua strategi perang yang dia ketahui,Sun Bin tetap tidak mau walaupun kakinya sudah di patahkan sehingga tak bisa lagi berjalan.
Kekuatan cinta sang putri akhirnya membawanya kembali ke negeri sang pujaan hati, dia di angkat menjadi menteri pertahanan, dilayani dengan baik dan di tandu kemana-mana, sampai pada akhirnya dia harus melawan saudaranya sendiri.
Sebagai penikmat film saya merasa ada beberapa kesalahan di film ini, pertama salah efek, pada saat pasukan saudara Sun Bin ingin menyerang di lereng gunung, efeknya memperlihatkan bahwa seluruh pasukan membawa obor tapi pada saat di zoom jarak dekat, cuma pasukan di pinggir saja yang membawa obor.
Yang kedua saya rasa pemilihan actor, untuk menjadi pendamping tuan putri harusnya sutradara memilih actor yang lebih tampan lagi, atau lebih terkenal lagi, sangat sungguh di sayangkan film bagus seperti ini dimainkan oleh actor yang belum terkenal, seperti film Taj Mahal, karena pemeran utamanya bukan Shahrukh Khan, turun ratingnya di Bollywood chart, padahal filmnya bagus.
Review Film Bangkok Traffic love story
Kayaknya tulisan ini terlalu pendek, ayo kita tambahkan 1 film lagi, Bangkok Traffic love story, film ini di rekomendasi oleh salah satu kawan, katanya ini yang menginspirasi film Crazy little thing called love, film Thailand yang paling bagus menurut saya.
Pada awal cerita film ini saya kira Sampah, karena syutingnya di hotel mewah dan mabuk-mabukan, tidak alami, tidak sehari-hari seperti sinetron Indonesia yang syuting di rumah-rumah mewah, saya mencoba bertahan, lama kelamaan film ini jadi menarik, mabuk mabukan membuat sang cewek, merusak spion mobilnya dan tentu saja lapisan cat, dia bertemu dengan seorang pria, pria yang tampan membuat sang gadis jatuh cinta, hari-hari sang gadis pun kini ceria walaupun sang pria responnya biasa-biasa saja.
Gadis yang kesepian ini baru saja di tinggal satu-satunya temannya yang menemani sejak dia kecil, sang sahabat menikah di hotel pas di awal film, membuat dia stress dan mabuk-mabukan. Rusaknya mobil membuat sang ayah mengambil kembali mobil dari anaknya tersebut, sang ibu sang nenek juga ikut memarahi saat mobil itu rusak, sehingga membuat sang gadis bertambah stress, kemacetan kota Bangkok menambah stress, dia harus naik 3 alat transportasi untuk sampai ke rumah, kereta api, perahu dan taxi.
Untunglah lelaki pujaannya seorang mekanik kereta api, saat-saat tertentu mereka berada di kereta api yang sama pada malam hari, kalaupun sang pria pulang kea rah berbeda sang gadis juga mengikutinya, disinilah terjadi adegan adegan lucu, transportasi yang tadi ribet, tapi karena cinta, kemacetan kota Bangkok menjadi indah, adegan seorang wanita yang suka pada laki-laki, yang tak biasa di film-film biasa saya tonton.
Pria yang bersikap dingin terhadap dia membuat sang gadis putus asa, di tambah lagi sang pria melanjutkan kuliahnya di Jerman selama 2 tahun. Sang gadis di pecat dari pekerjaannya sebagai sales di perusahaan handphone tenaga matahari, dia mendapat pekerjaan di bandara udara, sembari menanti sang pujaan hati pulang dari Jerman. 2 tahun berlalu rambut sang gadis sudah panjang, usaha ayahnya pun sudah sangat maju.
Bagaimanakah akhir kisah cinta mereka? Saksikan sendiri..
Riazul Iqbal 2 Januari 2012… ditulis di atas balkon rumah
